Strategi Atasi Berkurangnya Pendapatan Di Masa Pandemi

Pada saat pandemi seperti saat sekarang ini mengakibatkan angka pengangguran di Indonesia semakin tinggi. Ada beberapa warga yang mau tak mau kehilangan job dan mau tak mau dipotong upahnya karena berkurangnya pendapatan perusahaan.

Dan ini pasti bukan peristiwa yang diharapkan? Di lain sisi, harga keperluan primer mahal, malah naik untuk beberapa bahan dasar tertentu. Walau masa pandemi membuat pendapatan menyusut, minimal kita bisa melakukan beberapa strategi untuk menanganinya.

Berikut ini beberapa tips strategi  untuk menyiasati berkurangnya pendapatan di masa pandemi, antara lain :

Membuat budget pengeluaran yang baru.

Hal pertama kali yang dapat dilaksanakan ialah membuat budget pengeluaran yang baru. Karena, total nominal upah yang diterima bulan ini dan selanjutnya berbeda seperti bulan-bulan awalnya. Sebaiknya mulai mengubah budget untuk pos-pos pengeluaran dalam satu bulan, hingga upah mencukupi.

Baca juga : Kiat Sukses Berbisnis Di Saat Pandemi

Untuk pos pengeluaran yang terjadi dengan teratur, seperti listrik, internet, dan pulsa, kamu dapat atur ulang dengan mengurangi penggunaannya supaya nominalnya lebih kecil. Sedang untuk keperluan primer, seperti makanan, dapat disiasati dengan mengolah makanan sendiri.

Kamu harus cermat memperhatikan pos-pos pengeluaran, hingga tidak ada satu juga yang melewati budgetnya. Dengan begitu, keberlangsungan hidupmu selalu terlindungi walau jumlah gajimu semakin sedikit dari umumnya.

Kurangi rutinitas keluar dari rumah.

Kegiatan keluar dari rumah, seperti hangout, kongkow, dan berbelanja diakhir minggu perlu dikurangkan. Kegiatan ini bisa membuat pengeluaranmu membesar, lho! Sekali keluar, misalkan, minimal kamu harus mempersiapkan uang Rp 50 ribu untuk beli minuman.

Coba pikirkan jika kamu mendadak kelaparan saat mengobrol bersama rekan, harus harus membeli makanan, kan? Atau jika obrolannya asyik, kamu akan order menu tambahan.

Baca juga : Tips Aman Pesan Makanan Online Selama PPKM Darurat

Bisa keluar dari rumah, tetapi tidak boleh sering. Tak perlu berkunjung lokasi yang elit atau eksklusif. Jika andaikan tempat simpel dapat membuat situasi percakapan masih tetap nyaman, kenapa tidak?

Sedapat mungkin sisa upah untuk ditabung.

Memang susah rasanya untuk menabung saat penghasilan yang diterima tidak seperti bulan-bulan awalnya. Tetapi untuk keamanan keuangan di periode kedepan, menabung harus tetap dilaksanakan walaupun lebih banyak menyusutnya.

Kamu bisa mengakali budget untuk tabungan dengan mengirit pos pengeluaran lainnya. Misalkan kosongkan agenda melancong sepanjang dua minggu supaya uangnya bisa didistribusikan untuk tabungan.

Walau prosentase penghematannya tidak begitu berarti, minimal banyaknya cukup untuk menambahkan beberapa pundi tabungan. Ingat kata pepatah “dikit demi sedikit semakin lama jadi bukit”, iyakan?

Mencari job sambilan yang fleksibel.

Nominal pendapatan yang diterima dari kantor bisa saja menyusut, tetapi kamu bisa membuat strategi dengan mencari kerja sambilan untuk gantikan pendapatan yang menyusut itu. Seharusnya tentukan job sambilan yang fleksibel supaya tidak mengusik tugas utamamu.

Baca juga : Tips Jadi Freelancer Sukses Tanpa Ganggu Pekerjaan Utama

Ada banyak rekomendasi job sambilan yang pantas diperhitungkan, seperti memulai usaha online, jadi dropshipper, jual makanan atau makanan ringan. Bila kamu mempunyai ketrampilan khusus, seperti photografi dan menulis, kamu dapat menjadikan modal untuk bekerja sebagai freelancer.

Kamu tinggal tentukan yang mana menurutmu paling tepat. Jika kamu berasa kurang pakar, mulai secara perlahan-lahan supaya tidaklah sampai salah mengambil langkah.

Optimalkan uang yang sejauh ini ditabung

Berikutnya adalah kenapa menabung atau melakukan investasi selalu dianjurkan? Karena keduanya dipercayai bisa amankan hidupmu saat  keadaaan susah, seperti saat pandemi sekarang ini.

Kamu bisa memakai sejumlah kecil tabungan atau investasi untuk penuhi tuntutan hidup jika pendapatan benar-benar kurang cukup untuk mem-backup pengeluaranmu sepanjang sebulan.

Tetapi, pemakaiannya harus berhati-hati supaya tabungan atau investasi tidak musnah dalam sekejap. Pertimbangkan seberapa banyak yang diperlukan sepanjang sebulan, lalu mengambil dengan jumlah sama.

Janganlah ambil dengan jumlah berlebihan karena ini bisa mengundang gairah untuk berlaku konsumtif. Ingat, kamu harus dapat hemat pada kondisi susah seperti saat ini supaya keuanganmu masih tetap pada kondisi konstan.

Jangan putus asa dengan kondisi

Pandemi bisa saja membuat keadaan keuanganmu berasa berlainan dibanding dahulu, tetapi pasrah bukanlah sikap yang benar. Karena tidak hanya kamu yang terserang dampak dari pandemi, tetapi nyaris seluruh orang. Bahkan juga banyak pebisnis yang mau tak mau bangkrut karena aktivitas operasinya tidak jalan.

Baca juga : Mengembangkan Bisnis Kecil Supaya Menjadi Laris Manis

Teruslah semangat sesusah apa saja kondisimu. Uang itu ialah suatu hal yang bisa dicari saat lagi ada niat, ingin berusaha keras, dan berkorban. Badai tentu berakhir. Yakinlah jika pandemi akan selekasnya usai, hingga kehidupanmu dapat normal kembali seperti dahulu kala.

Yakin Diri dalam Keadaan Susah

Pandemi memang mengganti pola hidup beberapa orang, yang dahulunya dapat hidup eksklusif saat ini mau tak mau hemat supaya keuangan tidak terbuncang. Dibanding mengeluhkan pada kondisi, lebih bagus pupuk rasa optimis lebih di keadaan susah seperti sekarang ini.

Yakinlah jika pendapatanmu akan cukup walaupun juga banyak menyusutnya dan lakukan apa saja yang kamu kerjakan untuk menambahkan pendapatan, sehingga kamu d

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *